Kesalahan kecil seperti nama perusahaan yang tertukar atau lampiran yang terlupa dapat membuat lamaran terlihat kurang teliti. Luangkan beberapa menit untuk melakukan pemeriksaan akhir sebelum menekan tombol kirim.

Pastikan lowongan dan sumbernya masih relevan

Buka kembali sumber asli lowongan. Periksa nama perusahaan, posisi, lokasi, batas lamaran, dan kanal pengiriman. Jika informasi berasal dari unggahan media sosial, pastikan akun serta unggahannya masih dapat diakses. Jangan hanya mengandalkan tangkapan layar yang sudah beredar berkali-kali.

Waspadai pihak yang meminta biaya pendaftaran, pembelian perlengkapan, kode OTP, PIN, atau data perbankan. Proses rekrutmen yang wajar tidak membutuhkan akses ke akun pribadimu.

Cocokkan isi CV dengan posisi

Pastikan judul profil, ringkasan, keterampilan, dan pengalaman yang ditonjolkan sesuai dengan kebutuhan lowongan. Kamu tidak perlu mengubah seluruh CV, tetapi bagian paling relevan sebaiknya mudah ditemukan.

  • Nomor WhatsApp dan email masih aktif.
  • Riwayat pendidikan serta periode pengalaman sudah benar.
  • Tidak ada salah ketik pada nama perusahaan atau posisi.
  • Tautan portofolio dapat dibuka tanpa meminta izin khusus.

Periksa nama dan format lampiran

Gunakan PDF agar tata letak tidak berubah di perangkat penerima. Beri nama file yang profesional, misalnya CV-Rani-Admin.pdf atau Portofolio-Dimas-Desain.pdf. Hindari nama seperti “CV baru final revisi 3.pdf”.

Buka file setelah disimpan. Pastikan halaman tidak kosong, foto tidak pecah, ukuran file masih wajar, serta teks dapat dibaca. Jika perusahaan meminta dokumen tambahan, susun sesuai urutan yang disebutkan.

Baca kembali pesan pengantar

Pesan melalui email atau WhatsApp sebaiknya menyebutkan salam, nama, posisi yang dilamar, sumber informasi, lampiran yang dikirim, dan ucapan terima kasih. Gunakan kalimat ringkas serta sopan. Hindari singkatan percakapan, pesan satu kata, atau mengirim dokumen tanpa penjelasan.

Jika mengirim email, periksa alamat tujuan dan subjek. Jika melalui WhatsApp, periksa nomor serta jam pengiriman. Usahakan mengirim pada jam kerja kecuali sumber lowongan memberikan instruksi berbeda.

Jangan mengirim data yang belum diperlukan

Pada tahap awal, CV dan portofolio biasanya cukup. Jangan mengirim foto KTP, kartu keluarga, buku tabungan, ijazah asli, atau dokumen sensitif lain tanpa alasan dan pihak penerima yang jelas. Kamu dapat menutupi informasi tertentu pada salinan dokumen bila memang diminta untuk verifikasi lanjutan.

Simpan catatan lamaran

Catat tanggal pengiriman, nama perusahaan, posisi, sumber, dan kanal yang digunakan. Catatan sederhana membantu kamu melakukan tindak lanjut dan menghindari kebingungan ketika menerima panggilan dari beberapa perusahaan.

Setelah seluruhnya diperiksa, kirim satu kali dan tunggu dengan wajar. Jangan mengirim pesan berulang dalam waktu singkat. Jika belum ada tanggapan, tindak lanjut sopan dapat dilakukan beberapa hari kerja kemudian.

Catatan editorial

Artikel ini bersifat panduan umum dan bukan jaminan diterima kerja. Selalu periksa informasi serta instruksi dari perusahaan melalui sumber resminya.

Artikel ini membantu?